NASIONAL, Infokubar.id — Bukan sekadar mempertahankan gelar, kafilah Kalimantan Timur kembali menunjukkan konsistensinya di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional. Benua Etam keluar sebagai Juara Umum MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kaltim mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dengan mengumpulkan 288 poin, unggul dari tuan rumah Jawa Tengah yang meraih 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin. Penetapan tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Capaian ini sekaligus memperpanjang rentetan prestasi Kaltim di ajang tilawatil Qur’an tingkat nasional. Sebelumnya, Kaltim meraih Juara Umum MTQ Nasional XXX di Samarinda pada 2024, kemudian kembali menjadi juara umum pada STQH Nasional XXVIII di Kendari pada 2025. LPTQ Kaltim mencatat keberhasilan di Semarang sebagai capaian juara umum secara beruntun sejak 2024.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim bersama LPTQ kabupaten dan kota. Sebelum memasuki babak final, sebanyak 37 peserta Kaltim dari 48 kategori yang diikuti berhasil melaju ke final atau sekitar 77,1 persen dari peserta yang berlaga.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama Kaltim di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian ini. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan bersama telah memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Rudy Mas’ud saat menghadiri penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Rudy, prestasi tersebut tidak semata-mata mengenai gelar juara. Lebih dari itu, MTQ diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun generasi Kaltim yang mencintai, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Namun yang lebih penting, bagaimana kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, pelatih, pembina, pendamping dan seluruh official yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Ketua LPTQ Provinsi Kaltim Sri Wahyuni sebelumnya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan. Dalam tiga tahun terakhir, binaan LPTQ Kaltim disebut telah mencatat 90 prestasi di tingkat nasional dan internasional.
“Ini hasil kerja bersama. Ada para peserta yang berjuang, pelatih yang membina, official yang mendampingi, serta dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Kaltim,” ujar Sri Wahyuni.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi. Semangat MTQ diharapkan terus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dengan kembali meraih gelar juara umum, Kaltim kini menatap penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya di Jakarta pada 2027. Menteri Agama Nasaruddin Umar bahkan menyampaikan bahwa apabila Kaltim kembali menjadi juara pada MTQ Nasional XXXII, piala bergilir MTQ Nasional akan tetap berada di Kaltim.
“Insyaallah pembinaan akan terus kita lanjutkan. Kita ingin prestasi ini berkelanjutan, tetapi yang paling utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat Kaltim,” pungkas Rudy. (*)
