Kisah Pilu Sebuah Keluarga di Jantung Ibu Kota Kabupaten

  • Bagikan
Tangkapan layar video. (Instagram/@info_kubar)

SENDAWAR, infokubar.id – Potret sebuah keluarga di Barong Tongkok yang mengundang simpati masyarakat karena hidup dengan keterbatasan fisik maupun ekonomi. Mereka tinggal di sebuah rumah tanpa air bersih dan serba kekurangan.

Dalam video yang viral di media sosial (medsos) tersebut, nampak seorang laki-laki paruh baya yang terbaring, seorang wanita dan dua orang anak kecil dalam tinggal di sebuah rumah dengan atap yang bolong. Miris melihatnya, tak pedar hati rasanya.

Hingga berita ini ditulis, tayangan video tersebut sudah mencapai ditonton puluhan ribu kali. Infokubar.id mencoba menggambarkan suasana kediamannya, mengkonversikan video viral tersebut. Masih dalam video itu, tak sedikit warganet menaruh perhatian di kolom komentar postingan viral itu.

“Sedih banget,,, notabene di tengah kota😢, Msh ada saudara kita yg kondisinya seperti ini. tulis @azeemuth menaruh perhatian di kolom komentar. Juga warganet lainnya, yang ingin berkontribusi sosial kepada keluarga viral tersebut.

“Bantu up ayok NITIZEN kerahkan semua kemampuan kita untuk membantu satu sama lain,” tulis @oliv_mb dalam komentarnya.

Ada pula komentar warganet yang mempertanyakan apakah sudah ada perhatian dari pihak terkait.

“Open Donasi min… kasian keluarga ini butuh bantuan, klo bukan kita siapa lgi… dan semestinya dri Dinas Sosial bisa ikut memperhatikan kondisi keluarga ini, sangat miris di tengah Jantung Kota sendawar ada keluarga yg kurang mampu seperti ini tidak diperhatikan” tulis @antonius5755.

Berdasarkan hasil penelusuran infokubar.id, pria yang terbaring tersebut bernama Ambo Dae (58 tahun), Miwir (45 tahun) istrinya, bersama dua orang putrinya, Rosa (15 tahun) dan Santi (6 tahun) serta ibu mertuanya yang sudah lanjut usia. Sang kepala keluarga diketahui mengidap penyakit stroke selama kurang lebih 5 tahun. Hal itulah yang membuat kondisinya kini hanya bisa terbaring sakit di kediamannya tanpa bisa berbuat banyak untuk menafkahi keluarganya.

TP PKK Kutai Barat menyambangi rumah Bapak Ambo Dae (Foto: Istimewa)

Karena kondisi sakitnya ditambah tidak memiliki pekerjaan, kebutuhan pokok sehari-hari keluarga ini hanya mengharapkan uluran tangan dan bantuan dari keluarga maupun tetangga sekitar.

Sementara itu sang istri diketahui mengalami depresi dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Sedangkan dua orang putrinya juga tidak bersekolah karena masalah biaya. Kondisi rumah yang berlokasi di RT 08 ini atap rumahnya banyak berlubang dan bocor saat hujan. Rumahnya sendiri berada di dalam gang dekat simpang Ambo Dalle Jalan Awang Long Senopati RT 8 Kelurahan Barong Tongkok.

Setelah video tersebut viral, semakin banyak bantuan yang datang. Ketua TP PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu bersama anggota bahkan langsung datang ke lokasi esoknya untuk melakukan pendataan dan memberi bantuan bahan pokok. Kunjungannya itu didampingi Sekretaris II TP-PKK, Itaq Puspadewi serta Ibu Yonavia Sahadi pada Selasa (04/08) pagi.

Pihaknya mengaku akan mengupayakan tindak lanjut kerjasama dengan Aparat Kampung, Kecamatan dan Instansi terkait untuk membantu keluarga Bapak Ambo Dae, agar bisa mendapatkan rumah layak huni, anak-anak bisa sekolah, dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Sore hari itu juga, TP-PKK Kabupaten Kutai Barat, Srikandi, YNCI Chapter Kutai Barat, Mahasiswa KKN dari Universitas Mulawarman dan Universitas Widyagama Mahakam, dan Duta Wisata melakukan kegiatan pembersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal Ambo Dae. (tra/man)

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: