Komisi IV DPRD Kaltim Desak Akselerasi Pendidikan di Wilayah Terpencil

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim – Fuad Fakhruddin.

SAMARINDA, Infokubar.id — Ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil kembali menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kalimantan Timur. Dalam rapat dengar pendapat bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rabu (26/11/2025), DPRD menekankan percepatan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), penegerian sekolah, serta penyediaan lahan pendidikan yang tepat sasaran.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mengungkapkan laporan terbaru para guru di Kutai Kartanegara menunjukkan masih banyak sekolah swadaya yang bertahan tanpa dukungan memadai dari pemerintah.

“Para guru dari Kukar melaporkan adanya sejumlah sekolah yang telah berdiri lama namun belum menerima intervensi pemerintah,” ujarnya.

Fuad menambahkan, beberapa sekolah bahkan telah beroperasi selama satu hingga dua dekade tanpa peningkatan fasilitas berarti.

“Ada yang sudah berjalan 10 tahun, 15 tahun, bahkan ada yang mencapai 20 tahun,” katanya.

Ia menilai keberadaan sekolah-sekolah tersebut merupakan inisiatif masyarakat terpencil untuk memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak mereka. Namun, lokasi geografis yang jauh dan sulit dijangkau membuat dukungan sarana dan anggaran semakin mendesak.

“Jarak yang sangat jauh membuat masyarakat berharap agar pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan,” tegas Fuad.

Selain itu, ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah pusat, seperti program makan gratis, sekolah rakyat, hingga digitalisasi, harus didukung kesiapan daerah. Oleh sebab itu, Fuad meminta Dinas Pendidikan Kaltim mempercepat penyusunan program anggaran yang lebih konkret.

“Kami mendorong agar program penganggaran segera dipersiapkan sehingga usulan ini dapat diwujudkan,” katanya.

Tidak hanya wilayah terpencil, keterbatasan fasilitas pendidikan juga terjadi di kota besar seperti Balikpapan. Fuad menyoroti tantangan sekolah rakyat yang mewajibkan siswa tinggal di asrama, yang membuat sebagian orang tua keberatan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi kreativitas siswa SMK yang berhasil merakit mobil listrik menggunakan dana mandiri sekolah. Menurutnya, inovasi tersebut layak mendapat dukungan lebih besar dari lembaga pelatihan maupun pemerintah.

“Kreativitas para siswa perlu mendapat pembinaan dan ruang pengembangan lebih luas agar dapat berkembang secara profesional,” ujarnya.

Fuad menegaskan, potensi generasi muda Kaltim harus diakomodasi melalui kebijakan dan anggaran yang berpihak.

“Dukungan dan apresiasi besar perlu diberikan agar inovasi para siswa dapat terus tumbuh,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke