Kutai Barat Masuk 8 Besar ISPU Tertinggi, Angka Tembus 297

SENDAWAR, Infokubar.id — Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, memburuk pada Sabtu (29/8/2026) malam. Berdasarkan data ISPUNet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kabupaten Kutai Barat Sendawar tercatat berada di peringkat kedelapan wilayah dengan indeks pencemaran udara tertinggi dalam daftar pemantauan pada Sabtu malam.

Data pemantauan sekitar pukul 21.00 WITA menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 297, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis. Angka tersebut menempatkan kualitas udara Kutai Barat dalam kategori “Sangat Tidak Sehat”, yang berada pada rentang ISPU 201–300. Sementara kategori “Berbahaya” dimulai pada angka 301. 

Pasang iklanmu

Dengan demikian, nilai 297 tersebut hanya berselisih empat poin dari ambang kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikel pencemar di udara yang berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Dalam data pemantauan yang ditampilkan ISPUNet, parameter lain tercatat jauh lebih rendah dibanding PM2,5. PM10 berada di angka 233, sementara SO₂ sebesar 3, CO 17, O₃ 6, NO₂ 4 dan HC 2. Dominannya PM2,5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

KLH menetapkan bahwa kategori Sangat Tidak Sehat merupakan kondisi kualitas udara yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Untuk kelompok sensitif, masyarakat dianjurkan menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan, memperbanyak aktivitas di dalam ruangan atau menjadwalkan aktivitas pada saat kualitas udara membaik. Sementara masyarakat secara umum dianjurkan menghindari aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan dan mempertimbangkan aktivitas di dalam ruangan. 

Masyarakat Kutai Barat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas fisik berat, serta menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar ruangan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit tertentu sebaiknya mendapat perhatian lebih dan menghindari paparan udara luar selama kondisi masih buruk.

Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan ISPU secara berkala sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi ini patut menjadi perhatian serius mengingat nilai 297 sudah sangat dekat dengan kategori Berbahaya (≥301), sehingga perubahan kualitas udara perlu terus dipantau. (*)

Facebook Comments Box
Bagikan ke