SENDAWAR, Infokubar.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sebanyak 158 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kubar mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus mendatang.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Jumat (12/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengajak masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang akurat kepada petugas sensus.
Menurutnya, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah. Karena itu, keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi sangat diperlukan agar hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang ada.
“Berikanlah informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus yang datang. Kehadiran petugas sensus bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas ekonomi masyarakat tercatat dengan baik demi kepentingan pembangunan bersama,” ujarnya.
Frederick juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan SE 2026. Mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, ketua RT, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga media massa diharapkan turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pendataan ekonomi yang dilakukan secara serentak di wilayah Kutai Barat.
Melalui sensus ini, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi serta perkembangan dunia usaha di daerah. Data yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kutai Barat Lutfi Muta’ali menjelaskan, seluruh petugas sensus yang diterjunkan berasal dari kampung-kampung yang berada di sekitar wilayah tugas masing-masing. Strategi tersebut dilakukan agar proses pendataan berjalan lebih efektif karena petugas memahami karakteristik wilayah yang akan didata.
Ia menambahkan, para petugas telah mengikuti pelatihan mandiri secara daring serta pelatihan tatap muka selama tiga hari efektif. Pembekalan tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman mengenai konsep, definisi, hingga teknis pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026.
“Dengan penajaman materi tersebut diharapkan menghasilkan petugas yang berkualitas sehingga data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan maupun evaluasi pembangunan ke depan,” katanya.
Pendataan lapangan SE 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Metode yang digunakan adalah door to door dengan sasaran rumah tangga yang memiliki aktivitas usaha ekonomi di seluruh wilayah Kutai Barat. (Adv/Diskominfo Kubar)
