InfoKubar

Saat Kapolres Baru Menitipkan Anggotanya kepada Ulama Kutai Barat

SENDAWAR, Infokubar.id – Tidak ada pidato panjang saat AKBP Haris Kurniawan memulai percakapannya bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Assalam. Kapolres Kutai Barat yang baru itu justru datang membawa sebuah pesan sederhana: ia ingin diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kutai Barat.

Lebih dari sekadar memperkenalkan diri, Haris juga menitipkan seluruh personel yang berada di bawah kepemimpinannya kepada para tokoh agama. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan teguran apabila menemukan anggota kepolisian yang bersikap tidak semestinya.

Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kelurahan Simpang Raya, Kamis (6/8/2026), itu menjadi salah satu langkah awal Haris membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah tugas barunya.

Di hadapan Pimpinan Pondok Pesantren Assalam, Romo K.H. Arief Heri Setyawan, Haris menyadari bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan seragam, patroli, maupun penegakan hukum. Ada peran ulama, tokoh masyarakat, keluarga dan lembaga pendidikan yang tidak kalah penting dalam merawat ketenteraman.

Karena itu, ia tidak menempatkan para tokoh agama hanya sebagai tamu dalam agenda kepolisian, melainkan sebagai mitra yang dapat memberikan nasihat, kritik dan pengawasan moral.

“Saya menitipkan seluruh personel Polres Kutai Barat kepada para ulama dan tokoh agama. Apabila di kemudian hari ada anggota kami yang bersikap kurang baik, arogan atau menyalahgunakan wewenang, mohon dengan kerendahan hati untuk menegur atau menyampaikan langsung kepada saya,” ujar Haris.

Pernyataan itu menjadi bagian paling penting dalam pertemuan tersebut. Seorang pimpinan kepolisian secara terbuka meminta para ulama tidak ragu mengingatkan anggotanya apabila melakukan kekeliruan.

Bagi Haris, keterbukaan terhadap kritik diperlukan agar kehadiran polisi benar-benar memberikan rasa aman, bukan justru menciptakan jarak dengan masyarakat.

Ia memahami bahwa kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui slogan. Kepercayaan tumbuh dari sikap anggota kepolisian ketika melayani warga, menerima laporan, menyelesaikan persoalan dan menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab.

Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama dipandang penting. Para ulama dan pimpinan pondok pesantren memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Mereka mengetahui keresahan warga, memahami persoalan generasi muda, sekaligus menjadi tempat masyarakat mencari nasihat.

Haris menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan ulama, pimpinan pesantren dan para santri menjadi kekuatan besar dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Kutai Barat.

Silaturahmi tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun kerja sama dalam pembinaan generasi muda. Pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai agama, kedisiplinan, toleransi, kebangsaan dan tanggung jawab sosial kepada para santri.

Nilai-nilai itu menjadi benteng penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan semangat persatuan dan kehidupan masyarakat yang damai.

Kedatangan Kapolres disambut hangat oleh Romo K.H. Arief Heri Setyawan. Pimpinan Ponpes Assalam itu menyatakan pihaknya siap menjadi mitra kepolisian dalam menjaga persatuan, membina generasi muda dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Komitmen tersebut tidak berarti pondok pesantren akan menutup mata apabila menemukan kekeliruan yang dilakukan anggota kepolisian. Sebaliknya, komunikasi akan tetap dibangun secara terbuka, santun dan melalui jalur yang tepat.

“Kami akan menyampaikan dengan cara yang baik dan santun apabila melihat ada anggota Polri yang khilaf melalui jalur komunikasi yang tepat,” ungkap Romo K.H. Arief Heri Setyawan.

Pernyataan itu menjadi jawaban atas keterbukaan yang disampaikan Kapolres. Di satu sisi, kepolisian meminta dukungan para ulama. Di sisi lain, tokoh agama menyatakan kesiapan untuk menjaga komunikasi sekaligus memberikan pengingat apabila diperlukan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Kutai Barat AKP Andi Ahmad Salman, Kasat Binmas Iptu H. Syamsul dan tokoh masyarakat H. Supriyanto.

Tidak ada sekat kaku dalam silaturahmi itu. Percakapan berlangsung dalam suasana akrab, dengan satu pemahaman yang sama bahwa keamanan Kutai Barat merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi AKBP Haris Kurniawan, kunjungan ke Pondok Pesantren Assalam bukan sekadar agenda seremonial seorang pejabat baru. Silaturahmi itu menjadi cara untuk mengetuk pintu masyarakat, memperkenalkan diri dan membangun kepercayaan sejak awal masa tugasnya.

Sementara bagi pihak pesantren, kedatangan Kapolres membuka ruang komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan persoalan masyarakat secara langsung.

Dari ruang pertemuan di Pondok Pesantren Assalam itu, sinergi antara polisi dan ulama mulai dirawat. Bukan hanya untuk menjaga wilayah tetap aman, tetapi juga memastikan bahwa aparat, tokoh agama dan masyarakat dapat saling mengingatkan ketika salah satu di antaranya mulai keliru melangkah.

Sebab keamanan tidak selalu lahir dari banyaknya petugas di jalan. Kadang-kadang, keamanan tumbuh dari kesediaan untuk duduk bersama, mendengarkan dan menerima teguran dengan rendah hati. (*)

Bagikan ke
Exit mobile version