Terendam Banjir, Akses Trans Kalimantan di Muara Tae Sempat Terputus

  • Bagikan

SENDAWAR, Infokubar.id – Banjir besar melanda Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sejak Rabu (15/9/2021) hingga Kamis (16/9/2021).

Banjir dengan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa ini, sempat menyebabkan arus lalu lintas di Trans Kaltim Kubar-Kukar macet alias terhenti sejenak, karena tak bisa dilalui. Bahkan kendaraan roda dua dan empat sempat sama sekali tidak bisa melintas.

Hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir diduga menjadi penyebabnya. Ketinggian banjir di pemukiman penduduk bahkan bervariasi. Ada yang setinggi paha orang dewasa. Menurut pantauan Infokubar.id melalui media sosial, banjir dilaporkan sudah mulai menggenangi jalan sejak Rabu (15/9) pagi. Namun, baru pada siang hari mulai merendam jalan poros Trans Kaltim.

“Iya, pak. Memang benar banjir terjadi di salah satu kampung di Kecamatan Jempang, yakni Kampung Muara Tae. Bahkan sampai merendam jalan poros Trans Kaltim,” kata Camat Jempang, Jumra kepada Infokubar.

Sementara itu, Petinggi Kampung Muara Tae, Sinta mengaku banjir yang merendam kampungnya tersebut sudah terjadi sejak Rabu hingga Kamis sore.

“Dari sore air sudah mulai naik ke perkampungan karena hujan dan ditambah air sungai kecil yang berada di bagian hulu kampung meluap. Selain itu, air juga merendam jalan poros Trans Kaltim sehingga membuat arus lalu lintas sempat terhenti semalam,” kata Sinta.

Musibah banjir yang melanda perkampungan di jalan poros Trans Kaltim ini selain merendam rumah warga juga menyebabkan kendaraan yang melewati jalur ini terpaksa berhenti. Antrian panjang berjam-jam lamanya tak dapat terelakkan.

“Sampai Kamis sore ini masih banjir. Memang sudah terlihat penurunan tapi ada beberapa titik yang airnya cukup tinggi karena berada di lokasi rendah. Untuk kendaraan masih ada beberapa yang tidak bisa lewat,” imbuh Sinta.

Diketahui Kampung Muara Tae pernah mengalami banjir karena luapan air anak sungai Nayan yang ada di wilayah tersebut. Namun, banjir yang sampai merendam perkampungan ini sudah sangat lama terjadi. Menurut petinggi, banjir ini merupakan kali pertama sejak ia tinggal di Kampung Muara Tae pada tahun 2005 silam.

“Sejak tinggal pada 2005, biasanya air hanya naik sedikit dan ada di dalam perkampungan saja. Baru kali ini banjir sampai sebesar ini dan air juga sangat tinggi. Semoga tidak hujan lagi dan banjir bisa segera surut,” terangnya. (tra/man)

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: