Terpilih Nakhodai Ika Pakarti Kubar, Suharno Segera Bentuk DPC dan Ranting

  • Bagikan
Kedua kandidat sepakat junjung tinggi azas musyawarah mufakat dalam memilih ketua DPD Ikapakarti Kubar. dr. Waluyo (kiri) berjabat tangan dengan Suharna (kanan) usai memberikan amanahnya pada Musda ke-4. (Foto: Lukman/infokubar.id)

SENDAWAR, Infokubar.id – Roda estafet kepemimpinan DPD Ika Pakarti Kutai Barat berganti. Dari Puncan Karna ke Haji Suharna. Pergantian posisi ketua ini dilakukan melalui hasil mukat (musyawarah mufakat) lewat Musda ke-4. Bukan dengan aklamasi.

Mengingat, azas musyawarah mukat harus dijunjung tinggi. Dalam Musda yang digelar di BPU Kampung Linggang Purwodadi itu, ada dua kandidat yang memenuhi kriteria bakal calon ketua.

Namun, salah seorang di antaranya legawa memberikan dukungan pada calon lainnya. Harno sapaan karib Suharna pun secara mufakat mendapat mandat dan kepercayaan untuk memimpin DPD Ika Pakarti Kubar untuk masa bakti 2022-2027.

“Terima kasih kepada para peserta Musda, kepercayaan yang diamanahkan kepada saya tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan saat menjalankan program kerja nantinya,” ujar Harno yang juga anggota legislatif Kubar.

Tak mau dinilai bertele-tele, pengusaha besi tua asal Sri Mulyo ini pun rupanya ingin tancap gas. Ia segera akan menyusun struktur kepengurusan dan juga program kerja sesuai visi misinya.

“Salah satunya membentuk kepengurusan DPC di tiap kecamatan di Kubar,” kata Harno.

Sebelumnya, pada pidato pembukaan Musda, jika Ika Pakarti di Kubar tidak dibawa ke ranah politik. Kendati demikian, anggota Ika Pakarti pun tak boleh buta politik. Ika Pakarti bukan organisasi politik ataupun berafiliasi pada partai politik tertentu. Namun, warga Ika Pakarti harus berwawasan politik.

Saluran politik ini juga akan menjadi jalur pengabdian anggota dalam upaya membantu pemerintah menyukseskan agenda kerja. Meski tak ditepis, para pemimpin yang menakhodai Ika Pakarti di daerah kebanyakan berpostur label tinggi.

“Mayoritasnya memang legislatif, lalu disusul birokrasi, kepala daerah, dan para pengusaha. Tapi itulah warna unik yang kami miliki. Meski beragam warna namun tetap satu. Yakni satu tujuan. Karena syarat sebuah organisasi akan besar jika mampu menunjukkan kekompakan dan solid,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: