Rita Asmara Dorong Ekonomi Warga Geleo Baru Lewat Bantuan Bibit Ternak Babi

SENDAWAR, Infokubar.id — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kutai Barat Daerah Pemilihan (Dapil) I, Rita Asmara Dewi. Melalui program penyaluran bibit ternak babi di Kampung Geleo Baru, Kamis (27/11/2025), legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa itu mendorong pengembangan usaha peternakan sebagai sumber pendapatan keluarga.

Rita menegaskan bantuan bibit ternak ini bukan sekadar penyaluran program, melainkan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri. Ia menilai keberhasilan bantuan sangat bergantung pada komitmen penerima dalam mengelola dan merawat ternaknya.

“Harapan saya, bibit ini dirawat sebaik-baiknya. Jangan sampai diterima hari ini lalu mati besok. Kalau dipelihara dengan benar, bisa berkembang dari dua menjadi lima bahkan sepuluh ekor,” ujarnya kepada infokubar.id.

Ia menambahkan, potensi reproduksi ternak babi cukup tinggi sehingga berpeluang memberikan nilai ekonomi signifikan bagi rumah tangga peternak. Karena itu, pola pemeliharaan yang baik harus menjadi perhatian penerima bantuan.

“Yang penting dikelola dengan baik. Ke depan, kalau perkembangan mereka bagus, tentu dukungan lain bisa diberikan dalam bentuk berbeda. Intinya, usaha masyarakat harus berkembang, bukan berhenti di satu titik,” tambahnya.

Menurut Rita, bantuan ini merupakan hasil aspirasi masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawabnya atas kepercayaan yang diberikan untuk kedua kalinya sebagai wakil rakyat di DPRD Kutai Barat.

Apresiasi turut disampaikan Ketua Kelompok Tani Sukajadi II, Rina, yang menilai perhatian tersebut sangat berarti bagi peternak di Geleo Baru.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga ternak ini bisa berkembang dan menambah pendapatan anggota,” ujar Rina.

Senada dengan itu, salah satu anggota kelompok, Kemi, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan kepada kelompok tani.

“Program seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan kami dengan wakil rakyat,” tutur Kemi.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kutai Barat melalui Bidang Peternakan, Petrus Sandianto menjelaskan, total bibit yang disalurkan sebanyak 44 ekor. Ia menekankan pentingnya peningkatan populasi ternak seiring masih rendahnya konsumsi protein hewani di masyarakat.

Sandi menyebut tantangan terbesar peternak saat ini adalah keterbatasan pakan, sehingga diperlukan sinergi lintas perangkat daerah untuk memperkuat produksi ternak. Ia juga menilai Kutai Barat memiliki peluang besar menjadi pemasok daging bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi kekurangan pasokan hingga 70 persen.

“Potensi ini harus dimanfaatkan. Tapi harus didukung kerja sama yang kuat, tidak bisa hanya bergerak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia berharap Kutai Barat dapat memiliki pasar hewan sendiri sebagai pusat perdagangan ternak di masa mendatang. Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha peternakan, sehingga kesejahteraan keluarga dapat meningkat secara berkelanjutan. (*)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke