SAMARINDA, Infokubar.id – Proses perbaikan fender Jembatan Mahakam I pascainsiden tabrakan kapal tongkang pada Februari 2025 masih menjadi perhatian Komisi II DPRD Kalimantan Timur. Di tengah berjalannya pekerjaan, DPRD menyoroti lemahnya koordinasi serta minimnya informasi yang disampaikan kepada publik dan lembaga legislatif oleh pihak pelaksana, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung E DPRD Kaltim, Rabu (26/11/2025). Ia menilai alur informasi terkait progres perbaikan belum berjalan optimal, sehingga memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“Selama ini jangankan masyarakat, DPR pun bertanya-tanya. Kita tidak tahu progresnya sudah sampai mana. Koordinasinya harusnya lebih jelas,” ujar Giaz.
Menurutnya, perhatian terhadap perbaikan fender justru menguat setelah insiden tersebut ramai diperbincangkan di ruang publik. Ia mengapresiasi peran media yang dinilai konsisten mengawal isu ini sehingga mendorong percepatan penanganan sekaligus membuka akses informasi bagi masyarakat.
“Kalau kemarin tidak viral, mungkin perbaikan tidak bergerak cepat. Saya berterima kasih kepada media yang terus mengawal sampai hari ini,” pungkasnya.
Dalam RDP tersebut, BBPJN melaporkan bahwa beberapa titik fender yang mengalami kerusakan telah diperbaiki, termasuk bagian yang terdampak tabrakan kedua. Meski demikian, Giaz menilai publikasi terkait perkembangan teknis di lapangan masih sangat terbatas.
Ia menegaskan, masyarakat berhak memperoleh informasi yang utuh mengenai apa saja yang telah dikerjakan serta target penyelesaian perbaikan.
“Masyarakat harus tahu apa yang sudah dikerjakan dan apa yang belum. Jangan hanya ramai saat kejadian, setelah itu tidak ada informasi,” tegasnya.
Untuk menghindari kebingungan publik sekaligus mencegah munculnya spekulasi, Giaz meminta BBPJN menjadwalkan kunjungan lapangan bersama DPRD dan media. Verifikasi langsung dinilai penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi terkini perbaikan.
Komisi II DPRD Kaltim menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar proses perbaikan fender Jembatan Mahakam I berjalan transparan, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. DPRD Kaltim pun dijadwalkan akan melakukan peninjauan lapangan dalam waktu dekat. (Adv/DPRD Kaltim)



