SAMARINDA, Infokubar.id — DPRD Kalimantan Timur menaruh perhatian serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah yang dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah wilayah lain. Isu ini mengemuka seiring agenda transformasi ekonomi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menuntut kesiapan masyarakat lokal agar mampu berdaya saing.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, mengatakan bahwa meskipun beberapa indikator pembangunan manusia menunjukkan perbaikan, penguatan kualitas SDM tetap menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
“SDM di Kaltim hingga kini masih menghadapi ketertinggalan kualitas. Sejumlah indikator memperlihatkan hal tersebut,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Darlis menilai, program Pendidikan Gratis atau GratisPol yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Kaltim merupakan langkah progresif untuk memperluas akses pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu tidak cukup hanya dengan penghapusan biaya.
Menurutnya, dinamika pertumbuhan penduduk Kaltim yang banyak dipengaruhi arus migrasi menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi antara tenaga kerja lokal dan pendatang.
“Orang datang ke Kaltim karena mereka yakin dapat bersaing, baik untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha. Situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita perlu terus meningkatkan kemampuan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masih dominannya pelaku usaha dari luar daerah dalam pengelolaan potensi ekonomi dan sumber daya alam Kaltim. Kondisi serupa, kata Darlis, terlihat di sektor ketenagakerjaan, termasuk di kawasan sekitar IKN.
“Tenaga kerja lokal sering kalah bersaing. Bahkan di kawasan penyangga IKN, masih banyak warga kita yang hanya bekerja sebagai tenaga keamanan,” ungkapnya.
Darlis menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam mendorong kemajuan ekonomi, sosial-budaya, dan politik. Ia mencontohkan negara-negara maju di Asia yang mampu berkembang pesat meski minim sumber daya alam.
“Kemajuan negara-negara tersebut bertumpu pada kualitas manusia yang mereka bangun. Itu fakta yang tidak dapat disangkal,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa investasi di sektor pendidikan selalu memberikan dampak ekonomi yang tinggi.
“Pengembalian investasinya tinggi, bahkan melampaui biaya yang telah dikeluarkan,” ujarnya.
Karena itu, Darlis mengapresiasi komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang. DPRD, lanjutnya, akan mengawal implementasi GratisPol agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan mengawal pelaksanaannya secara maksimal. Ini merupakan program prioritas yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada pembiayaan, melainkan memerlukan pembenahan menyeluruh pada berbagai komponen sistem pendidikan agar kualitas SDM Kaltim dapat meningkat secara berkelanjutan. (Adv/DPRD Kaltim)



