SAMARINDA, Infokubar.id — Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas’ud, menyampaikan pandangan strategis terkait Nota Penjelasan Keuangan dan Rancangan Perda APBD Kaltim Tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-45 di Gedung B Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Sabtu (29/11/2025) malam.
Syahariah menegaskan bahwa Fraksi Golkar memandang pembangunan iklim investasi yang kondusif sebagai kebutuhan mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, langkah seperti penyederhanaan regulasi, pemberian insentif, peningkatan keterbukaan informasi, dan pelayanan publik yang lebih efisien akan menarik minat investor.
“Upaya mempermudah proses investasi melalui regulasi yang lebih ringkas dan pelayanan yang transparan diyakini dapat mempercepat pertumbuhan investasi di Kaltim,” ujarnya.
Fraksi Golkar juga menekankan penguatan ekonomi hijau, pengembangan industri manufaktur, serta optimalisasi sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan sebagai fondasi penting keberlanjutan ekonomi daerah.
Selain itu, Syahariah menyoroti perlunya kontribusi lebih besar dari perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam Kaltim melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia berharap program CSR lebih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Fraksi Golkar mendorong pemerintah provinsi bersama DPRD dan masyarakat untuk mengupayakan agar pemerintah pusat menerapkan kebijakan dana transfer yang lebih berkeadilan bagi daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, Fraksi Golkar memberikan apresiasi atas stabilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim di angka Rp10,75 triliun, meski ada penurunan dana transfer dari pusat. Hal ini menunjukkan meningkatnya kemandirian fiskal Kaltim, yang kini mencapai sekitar 75,70 persen, naik signifikan dari sebelumnya sekitar 51 persen.
“Walaupun kapasitas fiskal secara total menurun, Fraksi Golkar tetap meminta pemerintah provinsi terus menggali potensi daerah agar PAD dapat meningkat dan memperkuat kemandirian fiskal di masa mendatang,” tutup Syahariah. (Adv/DPRD Kaltim)



