SAMARINDA, Infokubar.id — Anggota DPRD Kalimantan Timur Dapil VI, Syarifatul Sya’diah, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil seperti Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, percepatan pembangunan di seluruh Kaltim harus diperkuat, dengan fokus pada daerah terluar, terdalam, dan tertinggal (3T). Fasilitas dasar seperti jalan, layanan kesehatan, pendidikan, dan telekomunikasi menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, meski jumlah penduduk relatif sedikit.
“Pelayanan publik dan infrastruktur dasar harus terpenuhi dengan baik. Fasilitas jalan, kesehatan, pendidikan, serta telekomunikasi merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Oleh sebab itu, meski jumlah penduduknya sedikit, kesejahteraan mereka tetap harus menjadi perhatian utama,” ujar Syarifatul, Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan bahwa hampir tidak terdapat infrastruktur memadai di Kecamatan Sandaran. Namun, pembangunan berskala besar akan membebani APBD Kutai Timur, yang turun drastis dari Rp9,8 triliun pada 2025 menjadi Rp5,7 triliun pada 2026.
“Pembangunan sangat mendesak di kawasan tersebut, tetapi di sisi lain, belanja besar untuk infrastruktur akan memberatkan APBD Kutim,” jelasnya.
Syarifatul menekankan perlunya perusahaan swasta, terutama di sektor tambang seperti KPC, berkontribusi lebih dari sekadar dana CSR, dengan terlibat langsung pada pembangunan daerah yang membutuhkan.
“Kutim memiliki potensi besar, terutama sektor tambang. Perusahaan tidak hanya memberikan dana CSR untuk masyarakat sekitar tambang, melainkan juga harus berkontribusi pada pembangunan daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga terjalin kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan swasta,” ungkapnya.
Politisi ini juga mengimbau agar kegiatan seremonial dikurangi dan dialihkan ke belanja modal yang lebih produktif, demi pembangunan infrastruktur publik.
“Yang saya tekankan adalah penyelesaian pembangunan Jembatan Nibung, penghubung penting antara Kutim dan Berau. Saya berharap proyek ini dapat segera rampung,” pungkas Syarifatul dengan harap. (Adv/DPRD Kaltim)



