Tembus Jalan Berlumpur, Warga Pereng Talik Terpaksa Gotong Royong Antar Orang Sakit

SENDAWAR, Infokubar.id — Kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Barat kembali menjadi perhatian. Di Kampung Pereng Talik, Kecamatan Bongan, warga terpaksa bergotong royong mengantarkan seorang warga yang sakit melintasi jalan berlumpur hingga mencapai ruas jalan yang telah disemenisasi, terutama saat musim hujan.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan beratnya medan yang harus dilalui warga. Jalan tanah yang licin dan berlumpur dinilai kerap menghambat mobilitas masyarakat, bahkan dalam kondisi darurat seperti kebutuhan layanan kesehatan.

“Masyarakat Pereng Talik gotong royong mengantar warga yang sakit sampai ke jalan yang sudah disemenisasi. Ini adalah salah satu kesulitan masyarakat Pereng Talik jika musim hujan. Di atas Kampung Pereng Talik ada 4 Kampung yaitu Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung,” tulis Hendi Roy dalam unggahan yang viral di Facebook.

Unggahan tersebut juga menegaskan bahwa Kampung Prentalik bukan merupakan wilayah terujung. Masih terdapat empat kampung lain yang secara geografis lebih jauh dengan kondisi medan yang lebih ekstrem.

“Jika Pereng Talik saja kondisinya seperti ini, tentu 4 kampung yang secara geografis lebih jauh dan lebih ekstrim kesulitan warganya lebih parah lagi,” lanjutnya.

Salah seorang warga Pereng Talik, Medi, kepada infokubar.id mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat memengaruhi waktu tempuh masyarakat dalam beraktivitas. Ia menyebutkan, jarak dari Kampung Pereng Talik menuju Simpang Petung sejatinya tidak terlalu jauh.

Menurut Medi, waktu tempuh dari kampungnya menuju Simpang Petung hanya memakan waktu kurang dari satu jam apabila kondisi jalan mendukung.

“Jika jalan bagus alias kering dan tidak berlumpur hanya butuh sekitar 30 menit,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).

Melalui unggahan tersebut, warga berharap upaya pemerintah provinsi dan pihak terkait dalam menangani persoalan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman dapat segera terealisasi.

“Semoga perjuangan Gubernur Kaltim dan jajarannya bisa berhasil untuk mengatasi permasalahan jalan tersebut,” harapnya.

Kondisi ini menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman tidak hanya berkaitan dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menyangkut akses layanan dasar serta konektivitas kawasan penyangga menuju Ibu Kota Nusantara. (*)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke