SAMARINDA, Infokubar.id — Kalimantan Timur memiliki potensi perikanan yang sangat besar, baik di perairan tawar maupun laut, namun pengelolaannya dinilai belum maksimal. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan secara terarah untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.
“Danau Melintang memiliki kekayaan ikan air tawar yang sangat menjanjikan dan perlu dikelola dengan pendekatan lebih terarah,” ujar Guntur pada Minggu (30/11/2025), menyoroti salah satu sentra perikanan penting di Kaltim.
Selain perairan tawar, pesisir dan laut Kaltim juga menyimpan sumber daya melimpah, termasuk di wilayah Muara Badak, Marangkayu, Anggana, hingga Samboja. Potensi ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Guntur juga menyoroti perkembangan budidaya ikan di daerah perkotaan. Masyarakat di Loa Kulu dan Loa Janan, misalnya, telah mengembangkan teknik keramba untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.
“Budidaya ikan yang dilakukan masyarakat merupakan bukti bahwa sektor ini bisa terus tumbuh. Potensi seperti ini wajib kita dorong agar semakin optimal,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kemandirian produksi pakan ikan. Saat ini, ketergantungan pada pasokan luar daerah masih tinggi, yang berpotensi mempengaruhi harga dan ketersediaan pangan.
“Ke depan, produksi pakan ikan harus dilakukan secara mandiri di dalam negeri. Dengan begitu, masyarakat tidak kesulitan mengakses pakan dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Guntur.
Dengan strategi pengelolaan yang tepat, DPRD Kaltim berharap sektor perikanan dapat berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (Adv/DPRD Kaltim)



