SENDAWAR, Infokubar.id — Domino Bupati Cup 2025 di Lamin Melayu, Taman Budaya Sendawar sukses digelar meriah selama dua hari, 6–7 Desember 2025. Sebanyak 312 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan hingga Sulawesi ambil bagian dalam turnamen domino terbesar yang pernah digelar di Kutai Barat.
Ajang bergengsi ini menjadi pusat perhatian para pemain dan komunitas domino yang berlomba memperebutkan total hadiah senilai Rp98 juta. Besarnya hadiah turut menjadi magnet bagi peserta, termasuk dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, hingga Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Ketua Panitia Domino Bupati Cup 2025, Suhardi, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh dukungan yang menjadikan kegiatan ini terselenggara dengan baik. Ia menegaskan panitia telah melakukan persiapan selama dua bulan untuk memastikan kenyamanan peserta dan kelancaran pertandingan.
“Kami berusaha maksimal menjadi tuan rumah dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia berharap turnamen domino dapat menjadi ruang silaturahmi yang positif dan mengangkat olahraga ini sebagai cabang yang strategis, penuh perhitungan, serta mampu mengasah kemampuan berpikir taktis berbagai kalangan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut positif antusiasme tersebut. Plt Asisten III Setdakab Kubar, Kamius Junaidi, menegaskan bahwa domino kini berkembang menjadi olahraga strategi yang menuntut konsentrasi, ketenangan, dan kemampuan membaca situasi.
“Melalui turnamen ini, kita ingin menjaring bibit pemain yang dapat membawa nama Kubar ke level yang lebih tinggi. Domino melatih kemampuan taktis dan sportivitas,” tegasnya.
Selain menyajikan kompetisi yang menarik, gelaran ini turut menggerakkan ekonomi mikro di sekitar kawasan event. Pelaku UMKM merasakan dampak positif dari tingginya kunjungan peserta dan penonton.
Didukung dengan animo yang terus meningkat, Domino Bupati Cup diharapkan menjadi agenda rutin yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memajukan olahraga domino di Kutai Barat secara lebih profesional dan berkelanjutan. (*)



