DPRD Kaltim Rampungkan Reses Akhir Tahun, Yenni Eviliana Tegaskan Aspirasi Warga Masih Berpusat pada Infrastruktur dan Layanan Dasar

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana.

SAMARINDA, Infokubar.id — Seluruh anggota DPRD Kalimantan Timur resmi menuntaskan pelaksanaan reses akhir tahun. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat tetap berfokus pada persoalan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan akses jalan dan jembatan.

Menurut Yenni, tren aspirasi masyarakat sepanjang masa reses relatif konsisten. Hampir semua fraksi mencatat masukan serupa dari warga.

“Dalam satu tahun terdapat tiga kali masa reses. Pada setiap periode, aspirasi yang kami terima relatif serupa mulai dari perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan jalan dan jembatan. Hampir seluruh fraksi menemukan hal yang sama,” ujar Yenni, Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada layanan dasar, tetapi juga mencakup harapan agar kebijakan pemerintah mampu mendorong peningkatan kondisi perekonomian daerah.

“Jika dirangkum, masyarakat menginginkan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, infrastruktur, perbaikan jalan dan jembatan, serta langkah-langkah untuk memperkuat perekonomian daerah,” tuturnya.

Yenni memastikan seluruh anggota dewan telah menjalankan agenda reses secara penuh hingga akhir tahun.

“Seluruh anggota DPRD telah menyelesaikan reses. Alhamdulillah, 55 anggota telah tuntas. Tidak ada satu pun yang tertinggal, sehingga kami siap memasuki penutupan akhir tahun,” jelasnya.

Menanggapi isu pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TKD) yang sempat menjadi sorotan publik, Yenni menegaskan kebijakan tersebut tidak terkait dengan agenda reses DPRD.

“Kebijakan pemotongan TKD tidak mempengaruhi pelaksanaan reses. Tidak ada hubungan antara keduanya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa defisit daerah yang mencapai sekitar enam triliun rupiah lebih berdampak pada masyarakat. Meski demikian, dengan formasi pemerintahan baru, Yenni optimis akan muncul kebijakan yang meminimalkan dampak tersebut.

“Yang merasakan dampaknya bukan DPRD, melainkan masyarakat karena defisit kita mencapai sekitar enam triliun rupiah. Namun dengan kebijakan pemerintahan baru bersama para pemangku kepentingan, saya meyakini akan ada solusi terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.

Yenni berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat terus terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tahun mendatang. (Adv/DPRD Kaltim)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke