SENDAWAR, Infokubar.id — Keluhan warga Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, terkait kondisi jalan yang rusak parah hingga memicu aksi blokade akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memastikan perbaikan jalan akan segera dilakukan menyusul banyaknya peristiwa kendaraan yang amblas di jalan berlubang dalam beberapa hari terakhir.
Asisten II Setdakab Kutai Barat, Ali Sadikin, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan sektor swasta.
“Yang pasti dengan Pemkab Kubar dengan masyarakat kan sudah ada progres hari ini. Dari laporan yang diterima perusahaan yakni PT Kruing menyiapkan material batu split totalnya 80 rit. Jadi, dengan alat berat sedang dalam perjalanan ke RT 2, RT 3, RT 6 Simpang Raya,” ujar Ali Sadikin saat meninjau lokasi, Sabtu (3/1/2026).
Langkah cepat ini diambil untuk merespons tuntutan warga yang memblokade akses jalan akibat kekecewaan mereka terhadap kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Ali menekankan bahwa pengerjaan fisik harus segera terlihat agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Harus diperbaiki hari ini harus konkret. Kalau tidak, masyarakat tetap tutup (blokade jalan). Kalau hari ini dikonkretkan, berarti masyarakat sudah buka,” tegasnya.
Selain penanganan darurat di titik-titik yang menjadi area blokade warga, Ali Sadikin juga membawa kabar baik mengenai perbaikan jangka panjang untuk ruas jalan nasional yang melintasi wilayah tersebut.
“BPJN (Balai Pelaksana Jalan Nasional) itu besok akan memperbaiki jalan ini sepanjang 66 kilometer melalui PT Bramakarta atau PT CPA. Sampai ke Simpang SMA Melak,” jelasnya.
Ali menambahkan bahwa akan ada kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pembagian tugas perbaikan. Ruas yang tidak masuk dalam kewenangan Balai Jalan akan ditangani langsung oleh Pemkab Kubar.
Saat ini, alat berat dari kontraktor pelaksana dikabarkan telah bergerak menuju lokasi untuk memulai pengerjaan yang dijadwalkan pada Minggu (4/1) besok.
“Besok sudah mulai, alatnya sedang berangkat dari Samarinda. Sudah di Simpang Kalteng,” tutup Ali.
Dengan adanya komitmen dari pihak perusahaan sawit dan dimulainya mobilisasi alat berat dari Balai Jalan Nasional, diharapkan kemacetan dan kendala transportasi di jalur utama Kutai Barat ini dapat segera teratasi. (*)



