SAMARINDA, Infokubar.id — Pelaksanaan reses masa sidang III DPRD Kalimantan Timur tahun 2025 mengungkap bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat. Temuan ini disampaikan dalam laporan fraksi pada Rapat Paripurna ke-48 DPRD Kaltim, Senin (1/12/2025).
Sebanyak 28 anggota dewan menyampaikan rangkuman aspirasi hasil kunjungan lapangan yang berlangsung pada 24–31 Oktober. Dari tujuh fraksi yang melaporkan, mayoritas menyoroti ketidakmerataan pemenuhan kebutuhan dasar di berbagai kabupaten/kota, khususnya kondisi jalan, akses air bersih, drainase, dan penerangan jalan umum.
Anggota Fraksi Golkar, Sayid Muziburrachman, menekankan bahwa warga menuntut peningkatan fasilitas publik yang signifikan.
“Pembangunan rabat beton pada jalan lingkungan, peningkatan akses menuju jalan utama, perbaikan dan pembuatan drainase, normalisasi sungai, penurapan di titik rawan longsor, serta pembangunan gorong-gorong menjadi usulan yang paling banyak disampaikan warga untuk mengatasi persoalan banjir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keluhan infrastruktur muncul secara merata di Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.
Selain itu, distribusi air bersih juga menjadi perhatian utama. Banyak daerah masih menghadapi kualitas air keruh dan jaringan pipa sekunder yang belum menjangkau seluruh kawasan. Di wilayah terpencil, warga juga meminta perluasan jaringan internet karena keterbatasan akses komunikasi.
Aspirasi tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah pada tahun berikutnya, guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lebih merata dan efektif. (Adv/DPRD Kaltim)



