SENDAWAR, Infokubar.id — Warga Muara Leban, Kecamatan Long Iram pada Senin malam (10/11/2025) sekira pukul 19.45 Wita dibuat geger atas peristiwa tenggelamnya feri penyeberangan yang membawa 28 penumpang dan material semen.
Kapal selebar 4 meter dan panjang 16 meter yang tenggelam itu bermaksud menuju ke Kampung Ujoh Halang dari Kampung Linggang Muara Leban. Sebanyak 20 orang dilaporkan selamat dan 8 orang masih dilakukan pencarian menyusuri di lokasi kejadian.
Petinggi Kampung Linggang Muara Leban, Aydin kepada awak media mengatakan, penumpang adalah karyawan PT Bina Duta Laksana (BDL) di wilayah Kampung Ujoh Halang, Kecamatan Long Iram.
“Hingga kini masih dilakukan pencarian melibatkan pihak aparat TNI, masyarakat, dan lainnya,” katanya.
Untuk diketahui, PT BDL adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Berikut daftar identitas 8 korban yang masih dilakukan pencarian yakni :
- Asmaun/Bogel, 55 tahun asal Malang, Provinsi Jawa Timur
- Pendy, 30 tahun asal Lumajang, Provinsi Jawa Timur
- Dedy, 30 Tahun asal Bandung, Provinis Jawa Barat
- Ilham, 27 Tahun asal Bandung, Provinsi Jawa Barat
- Ira, 24 Tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Cello, 21 Tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Yanto, 40 tahun asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Anci, 50 tahun asal Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Aydin membeberkan, feri yang turut tenggelam sudah ditemukan di Sungai Mahakam. Namun masih dilakukan evakuasi. Sementara ke 8 orang penumpang yang belum kunjung ditemukan hingga pukul 23.20 Wita.
“Feri penyeberangan tersebut bertolak dari Kampung Linggang Muara Leban mengangkut sekitar semen dan membawa 28 orang. Namun, di dalam perjalanan menuju ke Kampung Ujoh Halang tiba-tiba tenggelam di Sungai Mahakam,” terangnya.
Atas kejadian ini Aydin mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika diantara korban adalah keluarga atau rekannya untuk bisa menyampaikan kepada pihak keluarganya. (man)



