Protes Jalan Rusak Parah, Warga Simpang Raya Blokir Jalan: “Tiga Bus Perusahaan Sampai Tergantung!”

SENDAWAR, Infokubar.id — Geram lantaran janji perbaikan jalan tak kunjung terealisasi, warga Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok melakukan aksi blokade jalan, Sabtu (03/01/2026). Aksi ini dipicu oleh kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan hingga menyebabkan sejumlah kendaraan besar milik perusahaan terjebak di lubang sedalam hampir satu meter.

Ketua RT 02 Kelurahan Simpang Raya, Eronius Tenaq, menegaskan bahwa aksi penutupan jalan ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, aksi ini adalah tindak lanjut dari hasil kesepakatan rapat di Hotel Sidodadi pada 23 Februari 2025 silam.

“Kami menagih janji. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan-perusahaan sepakat untuk memperbaiki jalan ini. Namun, sejak Februari hingga saat ini, belum ada aktivitas perbaikan sama sekali di lapangan,” ujar Eronius saat ditemui di lokasi aksi.

Eronius memaparkan bahwa kondisi jalan saat ini sudah masuk dalam kategori sangat parah. Lubang-lubang jalan diperkirakan mencapai kedalaman 70 hingga 80 centimeter, yang sangat membahayakan bagi pengendara, terutama di malam hari.

Bahkan, Eronius melaporkan bahwa kendaraan besar pun tidak luput dari ganasnya kerusakan yang termasuk ruas jalan nasional tersebut.

“Kemarin saja ada tiga bus perusahaan yang ‘tergantung’ (tersangkut) di lubang dan tidak bisa lewat. Harus ditarik baru bisa keluar. Tadi pagi juga ada dua mobil lagi yang sangkut. Jika ban sudah masuk lubang sedalam itu, mobil pasti tertahan,” ungkapnya.

Pihak warga menyatakan bahwa aksi ini bukan bertujuan untuk menghambat operasional perusahaan secara permanen, melainkan bentuk desakan agar pihak swasta peka terhadap dampak aktivitas mereka. Warga menuntut adanya inisiatif nyata dari perusahaan tanpa harus menunggu langkah dari pemerintah.

“Kami ingin semua pihak bisa lewat dengan nyaman, baik perusahaan maupun masyarakat. Ini juga demi meminimalisir angka kecelakaan yang sering terjadi di sini,” tambahnya.

Eronius menegaskan bahwa warga akan terus memantau perkembangan di lapangan. Aksi blokade ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi perusahaan untuk segera memenuhi tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka.

“Harapan kami sederhana, jalan segera diperbaiki supaya enak dipandang masyarakat, perusahaan, maupun pemerintah. Kalau sudah diperbaiki, tentu aktivitas bisa kembali normal,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke