NASIONAL, Infokubar.id — Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis potensi daerah terus digelorakan. Hal itu ditunjukkan oleh dua generasi muda Kutai Barat, Syahbandi Syahril dan Maria Oktaviana Elsa. Keduanya mengikuti Workshop Penguatan Sistem Pangan Lokal Berbasis Budaya dan Sumber Daya Lokal yang digelar Kementerian Kebudayaan di Museum Nasional Jakarta, 14–16 Oktober 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang mulai dari petani, pelaku usaha, masyarakat adat, akademisi hingga mahasiswa. Agenda ini menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat sistem pangan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis budaya lokal.
Syahbandi berasal dari Komunitas Sempekaat Lestari Kecamatan Bongan, sementara Maria merupakan perwakilan pemuda masyarakat adat Linggang Melapeh. Keduanya menjadi dua perwakilan dari Pulau Kalimantan, selain satu peserta lainnya yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Syahbandi membawa enam produk olahan pangan lokal dan dua belas jenis padi-padian khas Kutai Barat yang menarik perhatian peserta dari berbagai daerah.
“Kita membawa beberapa produk dan dikenalkan ke teman-teman peserta dari seluruh Indonesia serta membagikannya,” ujarnya.
Ia juga mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai proses produksi pangan lokal di daerahnya, termasuk kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya.
“Hari ini mendapat pengalaman berkesan terkait berbagi cerita tentang produksi pangan lokal di hadapan peserta lainnya,” terangnya.
Melalui pendekatan partisipatif, para peserta workshop berdiskusi dan menganalisis sistem pangan yang ada di masing-masing daerah untuk kemudian menyusun Theory of Change (ToC) peta jalan perubahan yang diharapkan mampu memperkuat sistem pangan lokal secara berkelanjutan.
Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang sistem pangan berbasis budaya dan sumber daya lokal. Hasil yang diharapkan antara lain adalah gambaran situasi pangan lokal dan rancangan awal Theory of Change sistem pangan yang ideal untuk masa depan.
Keterlibatan Kutai Barat dalam forum nasional ini menunjukkan bahwa daerah memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkenalkan ragam kekayaan pangan tradisional ke tingkat nasional. (*)



