SENDAWAR, Infokubar.id — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, kembali turun ke lapangan melalui agenda Penguatan Demokrasi Daerah ke-11 terkait Hak dan Kewajiban Masyarakat Sipil. Kegiatan yang digelar di Kampung Kelian, Kecamatan Damai, Kamis (27/11/2025) disambut antusias warga.
Sejak awal acara, masyarakat terlihat aktif mengikuti materi yang disampaikan. Tidak hanya mendengarkan, warga juga terlibat dalam sesi tanya jawab, menyampaikan berbagai persoalan yang kerap mereka hadapi mulai dari kondisi sosial hingga tantangan ekonomi di kampung.
Yonavia menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi masyarakat Kampung Kelian.
“Antusias masyarakat hari ini sangat luar biasa. Harapan saya, bukan hanya kegiatan ini yang bermanfaat, tapi masyarakat juga semakin memahami aturan serta sistem sosial yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya kepada infokubar.id.
Yonavia menyebut beberapa warga menyinggung soal kondisi ekonomi yang belakangan semakin menantang. Ia menilai persoalan infrastruktur dan berkurangnya lahan masyarakat akibat aktivitas perusahaan menjadi hambatan nyata.
“Kita tahu, pekerjaan rumah kita masih banyak. Jalan di beberapa titik belum baik, lalu masuknya perusahaan ke wilayah kampung membuat ruang masyarakat semakin terbatas. Kondisi ini tentu berpengaruh pada ekonomi warga. Tapi saya melihat semangat masyarakat untuk bertumbuh tetap ada, dan itu sangat kami apresiasi,” jelasnya.
Dalam sesi penyampaian materi, Yonavia memaparkan konsep masyarakat sipil, pengertian masyarakat madani, latar belakang perkembangannya, hingga karakter serta pilar yang menopang kehidupan demokrasi. Ia menekankan pentingnya ruang publik yang bebas, sikap toleran, ketaatan pada hukum, dan peran aktif warga sebagai fondasi demokrasi yang sehat.

Petinggi Kampung Kelian, Angbana, turut mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, momen seperti ini memberi ruang yang jarang dimiliki warga untuk berbicara langsung kepada wakilnya.
“Terus terang kami merasa sangat senang. Banyak hal yang selama ini hanya jadi uneg-uneg akhirnya bisa kami sampaikan. Kehadiran Ibu Yonavia membuat kami merasa didengar,” ujarnya.
Ia berharap masukan masyarakat yang terkumpul tidak berhenti sebagai catatan semata.
“Harapan kami, semua yang disampaikan bisa ditindaklanjuti. Warga tentu ingin melihat perubahan nyata dari apa yang sudah disampaikan,” tambahnya.
Yonavia memastikan setiap aspirasi yang muncul dari masyarakat akan menjadi bagian dari bahan pembahasan di tingkat provinsi. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di kampung-kampung, tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab legislasi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara.
“Setiap kali kita turun ke masyarakat, pasti ada aspirasi yang disampaikan. Dan semuanya akan kami tampung,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Yonavia berharap masyarakat semakin memahami perannya dalam menjaga demokrasi daerah, membangun kesadaran kolektif, serta ikut mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang lebih adil dan beradab. (Adv)



