SAMARINDA, Infokubar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di tengah percepatan pembangunan daerah dan persiapan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menilai bahwa meskipun indikator pembangunan manusia di Kaltim menunjukkan tren positif, kualitas SDM secara umum masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kualitas manusia di Kaltim sampai saat ini masih berada di bawah banyak daerah lain. Indikator yang ada menunjukkan hal tersebut dengan jelas,” ujar Darlis, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan, peningkatan kualitas SDM harus menjadi agenda strategis daerah, terutama ketika Kaltim bersiap menghadapi transformasi ekonomi seiring hadirnya IKN. Menurutnya, program Pendidikan Gratis atau GratisPol yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim merupakan langkah maju dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas.
Namun demikian, Darlis mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembebasan biaya. Tantangan utama justru terletak pada peningkatan mutu dan daya saing lulusan.
Ia mengungkapkan bahwa struktur kependudukan Kaltim saat ini banyak dipengaruhi oleh arus migrasi dari luar daerah. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan adanya kesenjangan kompetensi antara tenaga kerja lokal dan pendatang.
“Mereka yang datang ke Kaltim tentu memiliki keyakinan bisa memperoleh pekerjaan atau membuka usaha karena merasa mampu bersaing dengan putra-putri daerah. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM kita harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Darlis menyoroti dominasi pelaku usaha dan pengelola sumber daya alam dari luar daerah. Fenomena serupa juga terlihat di sektor ketenagakerjaan, termasuk di kawasan penyangga IKN.
“Tenaga kerja lokal masih sering kalah bersaing. Bahkan di wilayah sekitar IKN, tidak sedikit warga kita yang hanya mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga keamanan,” tambahnya.
Menurut Darlis, pendidikan memegang peran fundamental dalam pembangunan ekonomi, sosial-budaya, hingga politik. Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah negara Asia yang mampu tumbuh pesat tanpa bertumpu pada kekayaan alam.
“Lihatlah Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Mereka tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi mampu tumbuh pesat karena kualitas SDM-nya sangat baik,” tegasnya.
Ia menilai investasi di sektor pendidikan memberikan manfaat jangka panjang yang signifikan, baik bagi negara maupun individu. “Investasi di sektor pendidikan selalu menghasilkan manfaat besar. Tingkat pengembaliannya sangat tinggi dan melampaui biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.
Atas dasar itu, Darlis mengapresiasi komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis daerah. DPRD Kaltim, lanjutnya, berkomitmen mengawal pelaksanaan GratisPol agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami memastikan program GratisPol akan kami awasi sepenuhnya. Ini adalah program prioritas yang harus terlaksana dengan baik,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pembebasan biaya semata. Menurutnya, masih terdapat sejumlah komponen penting yang perlu dibenahi secara menyeluruh untuk memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Timur. (Adv/DPRD Kaltim)



