SAMARINDA, Infokubar.id — Keterbatasan fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah, khususnya di wilayah pinggiran dan daerah terpencil, menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur. Minimnya ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ketiadaan tenaga medis, hingga sarana pertolongan pertama dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan peserta didik.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud, menegaskan bahwa persoalan kesehatan siswa tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, kualitas pembelajaran tidak akan optimal apabila kondisi kesehatan anak di sekolah tidak terjamin.
“Saya menjumpai sekolah yang tidak mempunyai ruang UKS, tidak ada tenaga medis, dan siswa tetap belajar dalam kondisi kurang fit karena tidak mendapat dukungan kesehatan memadai. Ini persoalan serius dan perlu penanganan segera,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menyoroti kondisi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang kerap menghadapi kesulitan besar saat terjadi keadaan darurat. Jarak tempuh menuju puskesmas atau rumah sakit yang cukup jauh membuat penanganan awal kesehatan di sekolah menjadi sangat krusial.
“Harus ada fasilitas minimal yang fungsional dan ada petugas yang bertanggung jawab. Tidak harus mewah, tetapi yang penting dapat digunakan kapan pun diperlukan,” tegas Hasanuddin.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan dasar di seluruh sekolah, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Kerja sama antara sekolah, puskesmas, dan pemerintah desa dinilai penting agar sistem pelayanan kesehatan anak dapat berjalan terpadu dan responsif.
DPRD Kaltim berharap perhatian terhadap UKS dan tenaga medis di sekolah dapat menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan peserta didik secara menyeluruh. (Adv/DPRD Kaltim)



