Ketika Tuhan Bermaksud Lain: Perbaikan Akses Muara Beloan

  • Bagikan

Oleh : Rudy Suhartono

Infokubar.id – Betul kata manajemen PT Teguh Sinar Abadi (TSA). Jangan dipaksa jika hujan. Minimal 4-5 hari cuaca panas dan badan jalan betul-betul kering. Cara inilah yang tepat. Jika ingin menurunkan alat berat memperbaiki jalan akses ke Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat.

Belum Puas?

Jalan tanah liat dan letaknya rendah. Hujan jadi genangan air. Sehingga tidak bisa diperbaiki dengan cepat. Bahkan kanan dan kiri jalan parit pembuang air tidak maksimal. Mau digali parit biar dalam bisa terbentur hak orang lain.

Akses Kampung Muara Beloan yang menjadi salah satu titik perbaikan jalan rusak ke kampung penghasil ikan terbesar di Kutai Barat. (ISTIMEWA)

Menunggu cuaca panas tanpa berkesudahan. Ditunggu mulai sebelum Iduladha hingga kini tetap hujan terus. Padahal bulan Agustus pasti kemarau. Tapi kenapa kok hujan hampir setiap hari. Hujan adalah rahmat, kata Allah. Sehingga rahmat diberikan Tuhan, tidak boleh ditolak. Tapi yakinkan, bahwa itu semua rahasia Allah. Di balik hujan, pasti ada hal yang terbaik.

Tapi maklum namanya liur. Ingin cepat. Seperti membalikkan telapak tangan. “Bin sala bin.” Jalan rusak langsung mulus. Tapi itu kata Aladin. 

Terpaksa. Dipaksa atau karena nuruti liur urang. Hek dituri takut kendia berliuran. Padahal beliuran itu belum jua bujur. Biasa juga karena marah. Sakit hati. Sehingga dipaksakan beliuran. Bila hek dituruti sebut gala sial. Payah. Lambat. Bla bla bla. Meski tanpa memikirkan rugi dan sia-sia.

Padahal jalan rusak semuanya merasakan. Perusak wajar harus bertanggung jawab. Konsekuensinya, bisa dijerat hukum. Waspadalah!!!

Perusak sudah bertanggung jawab membantu memperbaiki. Syukur hak. Bunyi nenek. Jangan diulang lagi yoh. Takut kendia nenek pepali.

Perbaikan jalan rusak di muara PT TSA paksa dilakukan meski hujan. Aparat kampung dibantu pak Sukadi, pemilik dua eksavator asal Balok Asa. Operatornya berjibaku menggunakan dua eksavator perbaiki tiga titik badan jalan bubur. Pak Utih menurunkan dua unit dump truk mengangkut stone dan sertu.

Tiga hari dua malam harus kerja keras. Linmas dan kepala adat, dan lainnya ikut terlibat dan terdepan jaga eksavator di Muara TSA.

Alhasil tetap belum maksimal karena hujan. Semoga hari-hari berikutnya bisa diperbaiki lagi dan bisa mulus lagi. Mudahan cuaca terus mendukung.


* Kepala Kampung/Petinggi Muara Beloan Kecamatan Muara Pahu Kutai Barat

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: