SAMARINDA, Infokubar.id — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menekankan percepatan pembangunan jalan di perbatasan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai prioritas strategis pemerintah.
Menurutnya, penyelesaian proyek ini mendesak untuk memperlancar distribusi logistik, menekan harga kebutuhan pokok, dan mengurangi keterisolasian masyarakat. Target penyelesaian ditetapkan pada tahun anggaran 2026.
“Kerusakan jalan membuat distribusi barang semakin sulit, terlebih ketika jalur sungai juga mengalami hambatan. Dampaknya, ongkos angkut naik, waktu tempuh bertambah lama, dan harga kebutuhan pokok ikut melonjak. Kondisi tersebut sudah lama dirasakan masyarakat Mahakam Ulu,” ujar Hasanuddin, Selasa (9/12/2025).
Hasanuddin menjelaskan bahwa masyarakat di kawasan perbatasan masih sangat bergantung pada transportasi sungai. Namun, berkurangnya curah hujan dan pendangkalan sungai kian menghambat arus logistik, sehingga pembangunan jalan darat menjadi sangat vital.
“Pembangunan jalan bukan semata membuka akses, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mengurangi kesenjangan pembangunan. Dengan akses jalan yang memadai, distribusi kebutuhan pokok lebih lancar, harga stabil, dan masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhannya,” tegasnya.
Ia mendorong kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan sektor swasta melalui program CSR, agar proyek dapat selesai lebih cepat dan memberi manfaat langsung bagi warga.
Politisi Partai Golkar itu menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim.
“Kaltim tidak akan berkembang jika pembangunan hanya terpusat di wilayah perkotaan. Infrastruktur jalan di perbatasan wajib diprioritaskan. Jalan yang memadai akan membuka peluang ekonomi baru, mempercepat arus logistik, dan mempererat keterhubungan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)



