SAMARINDA, Infokubar.id — Selain persoalan infrastruktur, ketidakjelasan teknis Program Gratispol menjadi sorotan warga Kalimantan Timur dalam reses masa sidang III DPRD Kaltim tahun 2025. Laporan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-48 di Gedung B DPRD Kaltim, Senin (1/12/2025).
Mewakili Fraksi Demokrat dan PPP, Agus Aras menyampaikan bahwa orang tua maupun mahasiswa masih bingung terkait mekanisme pelaksanaan program pendidikan tersebut.
“Masyarakat mempertanyakan apakah mahasiswa yang sedang berada pada semester lanjut juga akan memperoleh manfaat program ini, atau hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Mereka juga ingin mengetahui perbedaan Gratispol dengan beasiswa yang selama ini sudah berjalan,” ujar Agus.
Selain itu, publik meminta kejelasan mengenai cakupan program pendidikan lain dari Pemprov Kaltim, termasuk penyediaan atribut sekolah gratis.
Agus Aras juga menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan fasilitas SMA dan SMK di beberapa wilayah, seperti Kutai Timur dan Balikpapan.
Ia menegaskan bahwa seluruh masukan yang dihimpun dari reses akan menjadi pertimbangan DPRD dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan tahun mendatang. Hal ini diharapkan agar arah pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. (Adv/DPRD Kaltim)



