Soroti Ketimpangan Tenaga Medis, DPRD Kaltim Dorong Kebijakan Berbasis Ikatan Dinas

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba.

SAMARINDA, Infokubar.id — Ketimpangan jumlah tenaga medis di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kaltim. Beberapa wilayah terpencil masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan meski pembangunan sektor kesehatan terus dilakukan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menyebut bahwa berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, jumlah dokter saat ini baru sekitar 2.000 orang, jauh di bawah kebutuhan ideal provinsi yang diperkirakan mencapai 4.000 tenaga medis.

“Situasi ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa. Ini berkaitan dengan pelayanan dasar yang belum merata, khususnya di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Baba, Sabtu (6/12/2025).

Sebagai langkah jangka panjang, DPRD mendorong penguatan kebijakan melalui pemberian beasiswa pendidikan kedokteran dengan pola ikatan dinas. Skema ini diharapkan memastikan penerima beasiswa, terutama calon dokter spesialis, kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

DPRD juga berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menggali tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan secara langsung.

“Kami tidak ingin merumuskan kebijakan hanya dari sudut pandang administrasi. Masukan dari rumah sakit dan tenaga kesehatan perlu menjadi dasar pertimbangan,” tegas Baba.

Selain persoalan sumber daya manusia, Komisi IV juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur layanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi, termasuk layanan telemedicine, didorong sebagai salah satu solusi untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas. (Adv/DPRD Kaltim)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke