Sosialisasi Kurikulum Merdeka Terus Berjalan, Disdikbud Kubar Senang Wali Murid Mendukung

SENDAWAR, Infokubar.id – Kurikulum Merdeka tengah fokus disosialisasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar, dalam akhir-akhir ini. Tak lain sasarannya ialah para orang tua atau wali murid siswa, agar dapat memahami program besutan Kemendikbud tersebut. 

Seperti dilakukan di SMP Negeri 1 Barong Tongkok, Kubar, beberapa waktu lalu. Para wali murid dikumpulkan dalam satu forum untuk mendengarkan dan memahami program pemerintah pusat itu. Kali itu, Disdikbud Kubar tidak sendirian mensosialisasikan kurikulum merdeka tapi melibatkan Tanoto Foundation dan sekolah.

Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun melalui Sekretarisnya menyampaikan, kurikulum merdeka adalah program baru dari pemerintah pusat untuk dunia pendidikan. Penting baginya, untuk melaksanakan dan menerapkan kurikulum tersebut. Sebab, ini adalah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 13 dan kurikulum darurat saat pandemi Covid 19, yang diterapkan untuk pelajar kelas VII di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Bahkan, dirinya pun menilai, para orang tua wali murid sependapat dengan program tersebut. Karena, ada peran orangtua yang turut andil bagian dalam kurikulum merdeka. 

“Orang tua diajak berperan dalam pendidikan anak, tidak bisa sepenuhnya menyerahkan ke guru mengingat waktu bersama orangtua lebih banyak dibandingkan dengan waktu di sekolah. Karena itu diperlukan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru,” imbuhnya. 

“Di dunia pendidikan selain infrastruktur, SDM (Sumber Daya Manusia) pendidikan dalam hal ini guru dibutuhkan yang berkualitas. Kami berharap berharap kalau pelatihan guru wajib ikut, apalagi guru senior, karena ini sangat penting untuk peningkatan wawasan dan kualitas guru,” sebutnya.

Suprihatin, salah satu orang tua wali murid mewakili lainnya berucap. Apapun program yang di sodorkan pemerintah yang bersifat untuk meningkatkan mutu pendidikan pasti didukung penuh semua orang tua.

“Pembagian porsi ini (dalam kurikulum merdeka, Red) juga bagus sekali. Meski kami (orang tua) harus juga mendidik anak di lingkungan rumah. Setidaknya akan berdampak pada kepatuhan dan euforia lingkungan yang nyaman bagi anak,” ujar perempuan dua anak ini. 

“Saya rasa bapak ibu yang berada di aula sekolah ini juga satu pemikiran dengan saya. Selagi program itu baik, ya kenapa tidak. Terkecuali tidak masuk di logika, baru kita tidak setuju,” tandasnya. (adv/disdikbudkaltim)

Penulis : Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: